PUISI

TERABAIKAN
 
Waktu itu aku dan kamu memang belum mengenal
Senyum pun tak saling kita lemparkan
Apalagi tawa yang memecahkan suasana
Itu semua tak ada
 
 Namun
Waktu pun kian berlalu
Mengharuskan kita untuk bertemu
Menatap muka, saling bertanya, bercerita maupun belajar bersama
Tapi itu dulu
Ketika aku baru mengenal mu
Ketika aku mencoba berteman dengan mu
 
 Ini adalah waktu yang nyata
Jurang yang curam sudah kita lewati
Jalan yang gelap sudah kita terangi
Aku merasakan
Angin sepoi-sepoi berubah menjadi badai
Hingga aku terpental jauh dari kamu
 
Sampai aku tidak bisa bertemu lagi dengan mu
 Aku mencari mu, di hutan, di gurun, di salju
Tapi batang hidungmu juga tidak kutemui
Hingga aku mengangap kamu itu hilang
Hilang ditelan bumi
 
 Baik lah kalau begitu jika kamu tiada
Aku akan mengucapkan satu kata
Selamat tinggal untuk selamanya.
 
By : Adrinalisa
 
Sumber Link : http://yakinkan.wordpress.com/2012/07/03/puisi-terabaikan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s